Minggu, 22 September 2013

Tolak Peluru

A.    PENGERTIAN TOLAK PELURU
Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik dalam nomor lempar. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Peluru ini merupakan peralatan utama dalam olahraga ini. Bentuknya bulat seperti bola dan terbuat dari besi. 

Berat peluru disesuaikan dengan penggunanya, antara lain:
• Untuk senior putra = 7,257 kg
• Untuk senior putri = 4 kg
• Untuk junior putra = 5 kg
• Untuk junior putri = 3 kg
Beragam kegiatan lempar beban telah ada lebih dari 2000 tahun lalu di Kepulauan Britania. Pada awalnya, kegiatan ini diselenggarakan dengan menggunakan bola batu. Sementara kegiatan pertama yang menggambarkan tolak peluru modern, tampaknya terjadi di zaman pertengahan ketika serdadu menyelenggarakan pertandingan dengan melempar beban yang disebut canon balls atau peluru meriam.
Pertandingan tolak peluru tercatat pada awal abad ke-19 di Skotlandia dan merupakan bagian dari kejuaraan amatir di Inggris tahun 1866. Tolak peluru merupakan event olimpiade modern asli yang diadakan di Athena, Yunani tahun 1896.
B.     TEKNIK DASAR TOLAK PELURU
Dalam tolak peluru terdapat beberapa teknik dasar, diantaranya:
1.      Teknik Memegang Peluru
a.       Jari-jari renggang.
Jari kelingking ditekuk berada disamping peluru,sehingga dapat membantu untuk menahan supaya peluru tidak mudah tergeser dari tempatnya.Untuk menggunakan cara ini penolak harus memiliki jari jari yang kuat dan panjang.
b.      Jari-jari agak rapat
Ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru.
Jari kelingking selain berfungsi untuk menahan jangan sampai peluru mudah bergeser,juga membantu menekan pada waktu peluru ditolakkan. Cara ini lebih banyak dipakai oleh atlit.
c.       Jari-jari agak renggang
Bagi mereka yang tangannya agak kecil dan jari jarinya pendek, dapat menggunakan cara ketiga ini, yaitu jari jari seperti pada cara kedua tetapi lebih renggang, kelingking di belakang peluru sehingga dapat ikut menolak peluru, ibu jari untuk menahan geseran ke samping, karena tangan pelempar kecil dan berjari jari pendek, peluru diletakkan pada seluruh lekuk tangan.
2.      Teknik meletakkan peluru pada bahu
Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
3.      Teknik menolak peluru
Untuk menyiapkan kondisi fisik dapat dilakukan dengan cara seperti di bawah ini,
a.       Menolak peluru dengan kedua tangan
1)      Pegang peluru dengan kedua tangan di depan dada, kedua kaki dalam keadaan sejajar, lalu dorong/tolakkan peluru ke depan-atas sejauh mungkin.
2)      Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar. Kemudian ayun dan lemparkan peluru kedepan.
3)      Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar. Posisi ini dilakukan dengan membelakangi arah lemparan. Kemudian ayunkan dan lempar peluru kearah belakang atau sektor lemparan.
4)      Pada tahap berikutnya doronglah peluru dengan bantuan putaran pinggang. Tolakan masih dengan kedua tangan tetapi beben diutamakan pada tangan tolak atau tangan terkuat. Kaki masih sejajar. Tahapan ini depersiapkan untuk melakukan tolakan yang sebenarnya.
5)      Lakukan seperti diatas, hanya sekarang satu kaki berada di depan. Tolakan dilakukan dengan koordinasi bantuan dorong kaki belakang.
b.      Menolak peluru dengan satu tangan
1)      Peganglah peluru dengan tangan kanan dan letakkan dileher. Lanjurkan /rentangkan lengan kiri kedepan dan abadan menghadap depan. Tolakkan peluru dengan sudut parabola beberapa meter kedepan sambil melangkahkan kaki kiri kedepan. Jangan lupa kai kanan dihentakkan untuk membantu melakukan tolakan, sesaat sebelum peluru dilepaskan (Carr,1991)
2)      Lakukan gerakkan seperti diatas, hanya pada saat akan melakukan tolakan, badan diputar ke kanan untuk mengambil ancang-ancang (Carr,1991)
3)      Lakukan gerakan menolak peluru dengan awalan membelakang gunakan bantuan putaran/ pilin tubuh saat melakukan tolakan (carr,1991)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari teknik tolak peluru:
1.      Hal-hal yang disarankan
a)      Bawalah tungkai kiri merndah
b)      Dapatkan keseimbangan gerak dari kedua tungkai, dengan tungkai kiri memimpin dibelakang
c)      Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah badan bergerak
d)     Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh pada tungkai kanan
e)      Putar kaki kanan kearah dalam sewaktu melakukan luncuran
f)       Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap kebelakang selama mungkin. Bawalah tangan kiri dalm sebuah posisi mendekati badan
g)      Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri
2.      Beberapa hal yang harus dihindari
a)      Tidak memiliki keseimbangan dalam sikap permulaan
b)      Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan
c)      Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran
d)     Tidak cukup jauh menarik kaki kanan dibawah badan
e)      Mendarap dengan kaki kaana menghadap ke belakang
f)       Menggerakkkan tungkai kiri terlalu banyak kesamping
g)      Terlalu awal membuka badan
h)      Mendarat dengan badan menghadap kesamping atau depan
C.    PERALATAN TOLAK PELURU
Alat yang di gunakan dalm tolak peluru:
1.       Rol Meter
2.       Bendera Kecil
3.       Kapur / Tali Rafia
4.       Peluru
Untuk senior putra = 7.257 kg
Untuk senior putri = 4 kg
Untuk junior putra = 5 kg
Untuk junior putri = 3 kg
5.      Obrient : gaya membelakangi arah tolakan
6.      Ortodox : gaya menyamping
D.    LAPANGAN TOLAK PELURU
Lapangan tolak peluru berbentuk lingkaran berdiameter 2,135 m. Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm-6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0,75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus dicat putih. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.
E.     KETENTUAN DISKUALIFIKASI/KEGAGALAN PESERTA TOLAK PELURU
1.      Menyentuh balok batas sebelah atas,
2.      Menyentuh tanah di luar lingkaran,
3.      Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah,
4.      Dipanggil selama 3 menit belum menolak,
5.      Peluru ditaruh di belakang kepala,
6.      Peluru jatuh di luar sektor lingkaran,
7.      Menginjak garis lingkaran lapangan,
8.      Keluar lewat depan garis lingkaran,
9.      Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang,
10.  Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan.
F.     PEMBELAJARAN KETRAMPILAN DASAR TOLAK PELURU DENGAN DIMENSI PERMAINAN
Pengenalan tolak peluru dengan dimensi permainan  ditujukan agarsiswa merasa gembira saat pelaksanaan pembelajaran. Hal ini penting karena tidak semua orang menyenagi olah raga ini. Dengan dimensi ini, pembelajaran berlangsung secara kondusif. Metode ini sangant baik untuk mengenalkan peluru dalam bentuk permainan sekaligus memperkenalkan gerakan tolak peluru  seca utuh dan menyeluruh. Bentuk-bentuk permaina tersebut diantaranya:
1.      Melempar bola medisin (medicine ball)
Pembelajaran tolak peluru dengan menggunakan  Bola Medisin atau disingkat MB ditujukan untuk memperkenalkan gerakan menolak dengan benda yang lunak tetapi memiliki berat yang mendekati alat sebenarnya. MB ini cukup berat tetapi dengan permukaan yang halus memberi rasa aman dan mudah menggunakannya, sehingga siswa cukup responsif pada pembelajaran tolak peluru. Kegiatan mengunakan MB ini diutamakan untuk melatih kelincahan, kekuatan menolak, dan gerakan menolak. Dibawah ini beberapa contoh permainan yang dapat meningkatkan ketrampilan tolak peluru sebenarnya:
a)      Menolak MB berpasangan
Kegiatan ini dilakukan smabil berpasangan dengan jarak kira-kira 2-3 meter. Sudut yang digunakan sesuai dengan berat MB dan jarak dari satu pasangan lainya.
Contoh variasi gerakan yang dapat dilakukan:
1)      Menolak MB dengan dua tangan, posisi kaki sejajar
2)      Menolak MB dengan dua tangan, posisi kaki satu di depan
3)      Menolak MB dengan dua tangan, dengan mengutamakan  melempar satu tangan, gerakan dimulai dari samping badan
4)      Menolak MB dengan satu tangan (dalam hal ini gerakan melempar diutamakan dengan tangan lempar)
b)      Memantukakan MB ke dinding
Kegiatan ini diutamakan pada gerakan menolak dan menagkap MB dengan ketingian yang telah ditentukan. (Carr,1991: 154) gerakan dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:
1)      Berdiri tegak dengan satu aki berada didepan, pegang MB denagn kedua tangan, prioritaskan tangan kanan sebagai tangan tolak. Kemudian doronglah MB kedinding dari jarak 2 meter  dengan ketingian kira-kira 2 meter dari lantai. Doronglah MB sampai kedua lengan dalam keadaan lurus
2)      Tangkaplah MB sesegera mungkin ketika mulai turun dan lakukan kembali gerakan menolak Mb kedinding  segera setelah kembali keposisi semula.
c)      Menolak mb pada target atau sasaran
1)      Menolak MB pada sasaran atau garis-garis dengan jarak yang telah ditentukan
2)      Latihan menolak MB ini dapat divariasikan dengan cara seperti:
o   Menolak MB pada sasaran lingkaran ban. Letakkan ban dan jaraknya dapat diatur sesuai dengan kemempuan
o   Menolak MB melewati tali yang direntangkan di antar dua tiang denagn ketingian yang bervariasi

Mengenal Olahraga Lempar Cakram


Lempar cakram yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Discus Throw merupakan cabang atletik yang cukup populer di dunia. Olahraga yang satu ini kurang lebih sama dengan lempar lembing hanya saja ia menggunakan cakram. Olahraga unik yang satu ini kabarnya telah ada dan dimainkan sejak permulaan kompetisi Olimpiade hingga sekarang. Olahraga ini cukup berbahaya karena jika dilakukan tanpa medium tempat yang tepat, bisa melukai orang lain. Biasanya, saat olimpiade, tempat olahraga lampar cakram berlangsung dipagari dengan material jaring besi setinggi 4 meter. Terkait cakram yang digunakan, beratnya mencapai 2 kilogram dengan garis tengah sepanjang 220 milimeter. Bagi atlit wanita, berat cakram yang digunakan jauh lebih ringan hanya 1 kilogram saja dengan diameter 182 milimeter. Sementara itu, lapangan tempat berlangsungnya olahraga lempar cakram memiliki ukuran diameter 2.50 meter dan sektor lemparan dengan sudut kurang lebih 45 derajat.


Hal Yang Diperhatikan Saat Melempar Cakram

Terkait olahraga lempar cakram, ada beberapa poin khusus yang harus diperhatikan agar hasilnya maksimal, antara lain:

  1. Awalan yang benar dan tepat.
  2. Cara melempar cakram
  3. Metode pengukuran sendiri hasil lemparan cakram.
  4. Sejumlah aturan keselamatan terkait olahraga melempar cakram.
Memegang cakram yang akan dilemparkan menempati urutan yang sangat penting jika Anda hendak melakukan olahraga yang satu ini. Adapun caranya dijelaskan sebagai berikut:
  1. Pada dasarnya memegang cakram tergantung pernuh pada ukuran tangan sang atlet. Apa bila tangannya cukup lebar mana ia memegang cakram dengan cara meletakan tepi cakram tepat pada lekuk pertama jarinya.
  2. Apabila atlit tersebut memiliki tangan yang sedang maka ia akan memegang cakram dengan cara jari telunjuk dan jari tengah berhimpitan dan jari lainnya sedikit renggang.
  3. Sementara itu, bagi mereka yang memiliki jari yang cukup pendek, memegang cakram dengan posisi dimana jari-jari sama dengan mereka yang bertangan lebar hanya saja cakram tersebut diletakkan jauh ke bagian ujung jari si atlit.
Agar hasil lebih baik, seorang atlit lempar cakram diharuskan untuk melakukan gerakan awalan dalam lempar cakram yang sempurna. Gerakan awalan lemparan cakram ini dilakukan dengan cara berputar. Terkait putasan tersebut terbagi atas 3 jenis yakni putaran 1 ¼ , 1 ½, serta 1 3/4 . Secara umum, awalan yang baik akan berdampak pada hasil lemparan cakram yang juga baik. Adapun cara melakukan awalan lemparan cakram yang baik adalah sebagai berikut:
  1. Buat posisi sempurna dengan berdiri menyamping ke aras lemparan. Selanjutnya buka kaki dengan ukuran sama dengan lebar bahu Anda. Sedikit tekuk dan buat serileks mungkin.
  2. Pusatkan perhatian Anda pada persiapan awalan agar lebih baik, selanjutnya cakram tersebut diayunkan berkali ke arah samping kanan juga belakang lalu ke arah kiri. Gerakan tersebut diulang sebanyak dua hingga tiga kali dan kemudian dilanjutkan dengan gerakan awalan memutar.
Selanjutnya adalah ayunan atau proses melempar cakram:
  1. Kaki bagian kanan ditolakkan dengan tujuan mengangkat bagian panggul yang semula dari posisi rendah di atas kaki bagian kanan selanjutnya didorong hingga ke depan bagian atas.
  2. Berat badan Anda dipindahkan ke kaki kiri yang sebelumnya bertumpu pada kaki kanan.
  3. Kemudian lepaskan cakram tersebut setinggi dagu Anda dengan membentuk sudut lemparan berkisar di angka 30 derajat. Setelah itu, cakram lepas dengan cara memutar searah dengan jarum jam. Saat cakram lepas, badan atlit tetap harus condong ke depan dengan pandangan yang fokus pada jalannya cakram hingga menyentuh target. 
Terkait dengan MA Nurhidayah Hantakan:
  1. Android OS
  2. iPhone OS (iOS)
  3. Windows Phone
  4. Blackberry OS
  5. MA. NURHIDAYAH HANTAKAN
  6. SOAL MA. NURHIDAYAH HANTAKAN (TIK) 2013 
  7. Penerimaan Siswa baru 2013/2014 
  8. SOAL MA. NURHIDAYAH HANTAKAN (TIK) 2013
  9. SOAL PENJASORKES MA NURHIDAYAH HANTAKAN 2013
  10. DAFTAR EMAIL SISWA TAHUN 2012
  11. SOAL - SOAL sejarah KELAS X, XI, DAN XII MA NURHIDAYAH HANTAKAN
  12. FOTO SISWA ANGKATAN 2013  
  13. Penerimaan siswa baru
  14. TENTANG MADRASAH ALIYAH NURHIDAYAH HANTAKAN

Kegiatan Sosialisasi Tentang Narkoba

































Terkait dengan MA Nurhidayah Hantakan:
  1. Android OS
  2. iPhone OS (iOS)
  3. Windows Phone
  4. Blackberry OS
  5. MA. NURHIDAYAH HANTAKAN
  6. SOAL MA. NURHIDAYAH HANTAKAN (TIK) 2013 
  7. Penerimaan Siswa baru 2013/2014 
  8. SOAL MA. NURHIDAYAH HANTAKAN (TIK) 2013
  9. SOAL PENJASORKES MA NURHIDAYAH HANTAKAN 2013
  10. DAFTAR EMAIL SISWA TAHUN 2012
  11. SOAL - SOAL sejarah KELAS X, XI, DAN XII MA NURHIDAYAH HANTAKAN
  12. FOTO SISWA ANGKATAN 2013  
  13. Penerimaan siswa baru
  14. TENTANG MADRASAH ALIYAH NURHIDAYAH HANTAKAN